Hobi
Sulit untuk mendefinisi apa yang disebut hobi. Kalau kegemaran di luar kegiatan akademik yang pernah saya lakukan dulu atau yang sekarang kadang kala saya lakukan dapat disebut hobi, berikut ini mungkin hal yang relevan untuk dikemukakan.
Fotografi
Karena pada waktu mahasiswa saya bekerja pada orang asing hampir selama empat tahun sejak 1975, saya mampu membeli kamera yang cukup profesional waktu itu (Canon EF dan Olympus OM-2 dengan berbagai jenis lensa) dan membelanjakan cukup banyak untuk cuci-cetak foto dan majalah fotografi (Popular Photography).
Saya juga meluangkan banyak waktu untuk mempelajari teknik fotografi baik penguasaan alat maupun seni pengambilan foto. Saya banyak mempelajari portraiture, flash/studio photography, dan fashion photography. Oleh karena itu, saya diminta untuk menjadi fotografer Persatuan Ahli Perancang Mode Indonesia (PAPMI) Yogyakarta (1984-1985) yang waktu itu bermarkas di Balaikota Lama (Jln. Ahmad Dahlan) dan dikelola oleh Ir. Winarno.Di kantor itu terdapat studio untuk mengambilan foto pakaian yang akan diperagakan. Tugas saya memfoto pakaian yang diperagakan model. Cukup mengasyikan dan menantang.
Sekarang saya tidak dapat lagi meluangkan waktu untuk fotografi. Lebih dari itu, teknologi fotografi mulai bergeser dari manual ke serbaautomatik dan dari film ke digital sehingga saya sekarang sangat ketinggalan. Namun, teknik dan seni fotografi tetap melekat pada saya.
Ballroom
Pada jaman saya masih menjadi mahasiswa, diskotek sedang melanda Yogya. Kafe, karaoke, dan rumah musik belum ada. Saya mungkin termasuk kuper dan diskotek tidak pas bagi saya. Saya mencari media pergaulan yang saya anggap cukup sehat untuk bersosialisasi. Saya belajar ballroom karena waktu itu ballroom dianggap lebih prestise dibanding disko. Kecuali itu, ballroom juga menjadi salah satu pelajaran di berbagai sekolah sekretaris yang waktu itu sangat popular.
Saya belajar di salah satu sanggar ballroom yaitu Blue Tango dan mendapatkan sertifikat untuk tingkat Bronze, Silver, dan Gold (sekitar tahun 1976). Beberapa sekolah sekretaris dan klub ballroom sering menyelenggarakan pesta dan demonstrasi ballroom dan sanggar saya selalu mendapat undangan untuk menghadirinya. Bahkan penyelenggara diskotekpun sering menyelingi acara disko dengan ballroom. Sejak tahun 1980 saya sudah jarang latihan dan mengikuti acara semacam itu. Ballroom sendiri sering tidak diminati kaum muda karena dianggap terlalu rumit dan formal dan mulai tidak popular sejak itu sampai akhir tahun 2002. Baru akhir-akhir ini animo masyarakat terhadap ballroom timbul lagi.
Bagi saya sekarang, ballroom adalah masa lampau walaupun saya masih menyimpan dokumentasi mengenai basic step untuk waltz, Viennsese walts, foxtrot, tango, quickstep, cha-cha, rumba, dan jive. Kalau ada kesempatan berdansa, mengapa tidak?
Elektronika
Hobi ini menyertai saya pada waktu saya masih SMA. Saya mengambil prakarya elektronika yang mengajarkan konsep dan teknik membuat (merangkai dan menyoldir) radio, amplifier, cross-over, dan pemancar. Waktu itu praktikum masih lebih banyak menggunakan tabung daripada transistor. Pemancar yang dipelajari waktu itu adalah pemancar AM dengan menggunakan tabung 807 dan 813.
Waktu itu (1971-1972) saya dan beberapa teman (Wacono, Dadang Rohendi, Syamsul Hadi) diserahi untuk membangun pemancar Radio Teladan sebagai radio eksperimen sekaligus menjadi penyiar radio tersebut (nama samaran Djon Asmoro). Acara yang paling popular waktu itu adalah “Dering dan Lagu” melalaui pesawat telepon 1074 (masih empat digit). Setelah menjadi mahasiswa saya tidak meneruskan hobi ini karena terlalu mahal dan juga teknologi elektronika sudah bergeser ke transistor, printed circuit board (PCB), integrated circuit (IC), dan sistem modular yang tidak menantang lagi. Bahkan sekarang sudah masuk teknologi digital.
Saya sekarang sangat ketinggalan dalam hal ini. Namun, pengetahuan dasar yang pernah saya pelajari membantu saya untuk memilih sound-system second-hand berkelas walaupun belum pada level audiophile. Sound system saya cukup Yamaha AX 470 dengan speaker Bose Accoustimass 5 dan CD player Harman/Kardon HD7400.